Proses Pembuatan Gudeg Kaleng Tahan Lama Khas Ngayojokarto

Oktober 2, 2019

Gudeg kaleng adalah salah satu makanan khas yang kini bisa Anda pilih ketika Anda bingung mencari oleh oleh dari kota Jogja. Seperti yang Anda tahu, gudeg adalah makanan khas jogja yang sering disantap dengan menggunakan alas daun pisang dan piring berupa piring bambu. Gudeg juga makanan wajib yang akan Anda santap saat berkelana ke kota pendidikan ini. Namun, beberapa tahun ke belakang, saat Anda ingin membawanya pulang dan menjadikan gudeg sebagai buah tangan untuk kerabat jauh, Anda pastinya tidak bisa karena gudeg yang berbungkus besek hanya dapat bertahan dalam waktu 1 hari saja.

Namun, di zaman yang makin maju ini, inovasi dari gudeg muncul. Kira kira pada tahun 2012, gudeg kaleng mulai dibuat. Jangan khawatir, soal cita rasa gudeg kalengan tak kalah dengan dengan gudeg biasanya. Gudeg kaleng juga tetap memiliki teman setia yaitu telur, krecek, suwir daging, dan tahu. Bagi Anda yang tak menginginkan gudeg lengkap dan memilih gudeg original, Anda juga bisa mendapatkannya karena gudeg menawarkan berbagai macam varian bagi para penyukanya. Untuk bahan dasarnya, gudeg tetap memilih buah nangka muda yang tanpa biji. Biasanya, buah nangka muda tersebut diolah menggunakan alat tradisional seperti kayu bakar supaya tidak menghilangkan ciri khasnya. Demi mendapatkan gudeg bercita rasa tinggi dibutuhkan waktu setidaknya sehari semalam.

Gudeg Kaleng Khas Ngayojokarto

Cara Membuat Gudeg Kaleng Enak

Sudah disinggung sebelumnya bahwa gudeg kaleng tak kalah enak dengan gudeg tradisional yang biasanya Anda santap di warung-warung Jogjakarta. Yang membedakan hanyalah proses pengolahannya. Jika gudeg tradisional memasaknya hanya menggunakan kayu bakar saja dan dimasak dengan menggunakan peralatan dari gerabah. Gudeg kalengan prosesnya lebih panjang, setelah gudeg dimasak dengan cara tradisional, proses packagingnya juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Setidaknya ada 3 proses yang harus dilewati untuk menghasilkan gudeg kaleng yang bisa bertahan dalam waktu lama.

Gudeg kaleng yang bermutu tinggi dihasilkan dengan teknologi canggih. Tentunya penjual gudeg kaleng tidak bekerja sendiri, melainkan penjual gudeg kaleng bekerjasama dengan LIPI yang pusatnya ada di Wonosari Gunung Kidul. LIPI lah yang nantinya akan membantu packaging gudeg agar gudeg nantinya dapat bertahan dalam waktu paling lama satu tahun. Proses awal untuk membuat gudeg kaleng sendiri adalah dengan memanaskan kaleng yang akan digunakan untuk tempat gudeg. Pemanasan kaleng dilakukan dengan menggunakan pemanas khusus yang suhunya sampai seratus derajat celcius. Biasanya, pemanasan kaleng gudeg akan berlangsung sampai 10 menit saja.

Pembuatan gudeg kaleng tak selesai disitu saja, saat pemanasan kaleng sudah selesai, gudeg yang sudah selesai dimasak kemudian dimasukan di dalam kaleng. Kaleng tersebut akan ditutup dan dipanaskan lagi pada suhu 100 derajat sampai 121 derajat. Meski pemanasan dilakukan pada suhu yang cukup tinggi, cita rasa gudeg tak berkurang sedikitpun. Apabila gudeg kalengan selesai di packaging dan dipanaskan, maka gudeg akan didinginkan dengan direndam menggunakan air yang dingin. Sebelum di pasarkan, gudeg akan dikarantina selama 10 hari untuk memastikan apakah gudeg kaleng benar-benar sudah tahan dalam waktu yang lama.

Ternyata, untuk membuat gudeg kaleng yang bisa Anda santap kapanpun dan dimanapun membutuhkan proses yang panjang dan teknologinya pun sungguh diluar dugaan. Hanya dengan bantuan teknologi dari LIPI, gudeg bisa bertahan tanpa tambahan bumbu pengawet sedikitpun. Untuk Anda yang mengaku pencinta gudeg, jika Anda berminat membeli gudeg kaleng khas Jogja. Mulai sekarang Anda sudah bisa membelinya dengan cepat dan mudah lewat beberapa marketplace yang menjual Gudeg Kaleng Khas Yogyakarta. Aplikasi ini akan membantu Anda menemukan gudeg kalengan jogja yang enak dan mampu menggoyang lidah para pencintanya. Ngaku cinta jogja? Beli dulu gudeg kalengnya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di Facebook Bagikan MUHRID di Google+